Postingan

Ini Ginjal Siapa?

Ini Ginjal Siapa ? Oleh: Clarance Aurellia Modesty Di sudut jalan tampak dua anak gadis sedang duduk termenung sedih mereka adalah adik kakak. Sang kakak bernama Andin dan adik bernama Rosa. Jarak  usia mereka terpaut 5 tahun. Mereka adalah anak yang periang, pintar, rajin. Ayah mereka adalah Pak Santo, seorang pengusaha mebel terkenal di kotanya. Tapi sifat ayahnya berbanding terbalik dengan kedua anaknya. Ayahnya sangat arogan, sifat iri selalu menyelimuti dalam dirinya, kurang bersyukur akan keadaan yang diberikan Tuhan padanya. Sedangkan ibunya adalah Bu Rina, seorang ibu rumah tangga yang hatinya bagaikan peri. Sesekali Bu Rina membantu administrasi kantor di perusahaan Pak Santo. Andin dan  Rosa sangat bersyukur punya ibu seperti Bu Rina. Bu Rina cakap akan segalahnya, pintar masak, pintar buat kue, pintar menghias rumah dan dapat mengatur rumah tangga. Rupanya mereka bersedih karena baru saja dimarahi ayahnya. “Kak, mengapa ya..Ayah akhir-akhir ini sering ma...

Sebuah Pelajaran Berharga

  Sebuah Pelajaran Berharga oleh : Cicillia Dian   Nama aku Ade, Aku berasal dari keluarga kecil yang beranggota 4 orang yaitu ayah, ibu, kakak dan, aku.   “Ayah, besok kita jadi pergi ke desa kan ?”, tanya ku pada ayah “Jadi dong..., ayo kamu siap-siap dek !”, jawab ayah Aku dan keluarga sedang merencanakan liburan ke desa. Saat itu kami berangkat ke desa naik kereta. Aku sangat senang sekali karena pertama kali naik kereta.   “Kak, lihat pemandangan itu asri sekali !”, celetukku dengan kagum   Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya kami tiba di stasiun tujuan. Kami langsung melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum. Perjalanan yang sangat melelahkan bagiku. Ke esokan harinya kami melakukan kegiatan rutin bersepeda sambil menikmati  pemandangan yang indah dan sejuk. Siang hari setelah makan siang kami berwisata ke kebun belimbing yang ada di desa sebelah. Karcis masuk wisata itu hanya 5000 rupiah per orang.   ...

Donatur Darah Online

  DONATUR DARAH ONLINE oleh : Cicillia Dian   Tik…tik…tik….suara gemericik air hujan membasahi genting rumahku, minggu pagi ini   aku sendiri, suasana sepi di rumah, aku duduk di pinggir kolam ikan yang ada di sudut tamanku. Ku pandangi ikan koi yang berenang kesana kemari, mereka keliatannya asyik sekali, ikan itu tidak sendiri, mereka selalu ditemani ayah ibunya, selain saudara dan teman. Ketika tanganku menyebarkan butiran makanan ikan, mereka saling berebut, suasana yang menyenangkan. Tetapi berbeda dengan keadaanku, aku anak tunggal, teman-temanku biasa memanggilku Sonya. Papaku seorang kontraktor alat berat, sedangkan mamaku sorang pengusaha butik yang outletnya tak jauh dari rumahku. Mereka berdua sangat sibuk sekali, sampai-sampai aku merasa aku lupa kalau aku punya orang tua. Sejak kecil aku diasuh oleh oleh mbak Tum, dia adalah pengasuhku dari aku bayi hingga saat ini aku berusia 14 tahun. Aku sayang dengan mbak Tum, dan sepertinya rasa sayangku melebihi...

Dibalik Cerita Tempe Mendoan

 Dibalik Cerita Tempe Mendoan  Oleh : Clarance Aurellia Modesty           Pagi itu suasana di rumah Pieter sangat hiruk pikuk. Pieter adalah anak laki-laki dari keluarga Pak Thomas dan Bu Maria. Dia mempuyai kakak perempuan yang bernama Rosa. Hari itu, hari sabtu waktunya mengambil rapot semester pertama. Papa Thomas yang bertugas mengambil rapot Pieter, sedangkan Mama Maria mengambil rapot Rosa.                  “Pieter…..Pieter……ayo bangun sudah jam berapa ini !!!”, teriak papa sambil menyiapkan perlengkapan meetingnya.            “Ya..pa….ah dasar orang tua bawel”, ketus Pieter Sedangkan di dapur mama sibuk menyiapkan sarapan dibantu Rosa. Rosa memang anak yang rajin, patuh terhadap orang tua, suka membantu dan dikelas selalu mendapat juara satu. Piala-piala terus bertambah di lemari ruang tamu. Hal ini berbanding terbalik dengan adik satu-satunya. Pieter anak ...