Sebuah Pelajaran Berharga

 Sebuah Pelajaran Berharga

oleh : Cicillia Dian

 

Nama aku Ade, Aku berasal dari keluarga kecil yang beranggota 4 orang yaitu ayah, ibu, kakak dan, aku. 

“Ayah, besok kita jadi pergi ke desa kan ?”, tanya ku pada ayah

“Jadi dong..., ayo kamu siap-siap dek !”, jawab ayah

Aku dan keluarga sedang merencanakan liburan ke desa. Saat itu kami berangkat ke desa naik kereta. Aku sangat senang sekali karena pertama kali naik kereta.

 

“Kak, lihat pemandangan itu asri sekali !”, celetukku dengan kagum

 

Setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh akhirnya kami tiba di stasiun tujuan. Kami langsung melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan umum. Perjalanan yang sangat melelahkan bagiku.

Ke esokan harinya kami melakukan kegiatan rutin bersepeda sambil menikmati  pemandangan yang indah dan sejuk. Siang hari setelah makan siang kami berwisata ke kebun belimbing yang ada di desa sebelah. Karcis masuk wisata itu hanya 5000 rupiah per orang. 

            “Ayah....Ibu....Kakak.....”, teriakku

        Tak terasa aku tertinggal jauh  dari mereka, mungkin karena aku terlalu asyik memilah belimbing. Aku tak menemukan mereka, aku berusaha tak menangis saat itu. Sampai di pintu keluar, aku tidak menemukan mereka.

“Bagaimana aku pulang, aku tak tahu arah ke rumah dan aku tak punya uang untuk naik angkutan umum”, gumamku kebingungan duduk di trotoar.

“Nak, kamu bukan orang sini ya?”, lelaki paruh baya yang bertanya padaku

“Iya pak, saya tertinggal dari keluarga saya saat saya memilah blimbing tadi”, jelasku.

“Rumahmu diamana nak ?”, tanya bapak itu

“Di sini saya tinggal di Desa Argosari RT 3, RW 8 pak”,

Bapak itu sangat baik, aku diantarnya sampai pulang ke rumah meski dia tidak mengenalku.

“Ade...., dari mana saja kamu ?, Bapak dan kakakmu kebingungan mencarimu”, seru ayah kesal.

“Maafkan aku Ayah, Ibu, Kakak, aku tadi terlalu asyik memilah belimbing sehingga aku tertinggal, aku ceroboh maafkan aku
“, jawabku dengan sesal.

            Mendengar penyesalanku, mereka tak marah lagi, dan aku berjanji akan selalu berhati-hati. Kejadian ini membuat aku semakin belajar untuk bertindak.

Komentar